puisi
puisi...telah pergikah dariku....
puisi...telah pergikah dariku....

Aku bukan peyair, karena itu aku tulis puisi
Sebab banyak penyair yang tak menulis puisi
Hanya berteriak melolong memuja diri
Sedargkan puisi ditinggalkan di sudut-sudut nurani
(halaman 53).
copy from.www.puitika.net
........ ketika kita ingin memberontak
dan ditengah cerita tiba-tiba kita terperangah
Duhai Sang Pengarang
kapan ini bermula dan kapan ini berakhir
(halaman 36)

Juni yang memerah
Serupa sayap malaikat
Memeluk perdu
Dikerumuni semut dan rayap
Di kaki-kaki randu.
Cuaca perak di sayap Merak
Diciumi angin tak berotak
Aku menanti kiamat pekat
Dengan tangan-tangan terikat
oleh :
Sulaiman Djaya lahir di Serang, Banten 1 Januari 1978. Antologi puisinya berjudul Mazmur Musim Sunyi (Songsong Budaya, Juli 2005). Selain menulis puisi, saat ini aktif sebagai penggiat Jaringan Intelektual Mahasiswa dan Masyarakat Serang (JIMMS) di Serang, Banten, dan periset di Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) Universitas Paramadina Jakarta.
EEEh ya...mo ucapin met ulang tahun buat ...Della Rianadita...... hari ni dia ultah yang ke berapa ya?......senang pernah mengenal na.....
Adam menyetubuhi Hawa dengan hati
Menusukkannya lewat lubang langsung ke mata
Cinta adalah diskusi antara penis dan vagina
Dan manusia menyantuninya

copy from..http://puitika.net/item/590
katakan sebenarnya,
dimana kesendirian itu,
di luar pintu atau di dalam jendela
cukup terbukakah telingamu
mendengar teriakan
yang kubisikkan lewat bahumu
melewati segala yang di atas sana
waktu dan ruang hampa
yang terisi juga
dengan televisi dan buku
dan dimana kamu waktu itu?
sendiri,
dalam kesendirian yang ramai dan sibuk
07.03.2006
oleh Neno

kesepianku semakin akut
telaga rindu telah terbakar cemburu
demam pun jadi kenikmatan tersisa
setelah gersang pelupuk mata
sepi ituw bukan mengajar kan ttng hidup ato mati,, tp sunyi ato damai...
kesendirian bukan ssuatu yng mematikan tp sesuatu yang menyayat dan
menyiksa.. tp ada kesendirian yang memberikan kesejukan untuk hati yang
terlalu penuh dgn kepenatan dan kebohongan..
original coment from farida aryani / Posted 03/31/2008 1:36 pm/
cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah beberapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing
dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak diucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah
1949
(dikutip dari kumpulan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus,
2000, hlm. 29)
![]()
prembule :
seperti kuingat engkau,
sajak bergulir dari mata
membasahi malam
selalu sekantung rindu
oleh olehku untukmu
bau sawah,
gemerisik air,
kepak burung,
keretak ranting
berderai derai sambut kedatanganku
tumpah ruah segala kisah
kusampaikan dalam monolog bisu
tanpa air mata
hanya hening di hela nafas
sampai puas
lingkaran awan pelangi
berjaga persis di atas kepala
ketika kutinggalkan makammu
meninggalkan rindu dan lilin lilin yang kubiarkan menyala
Hanya ada kenangan ragu
Yang membentang dari ucap lalumu
Berserakan dan membentuk badai
Sejak seteru menumbuh
Dalam igauan yang menyerta
Jejak namamu tersengal
Dan melebam tertindih silam
Padat ingatanku menjurus
Serpihan ruas bimbang
Kuhujani dengan luka tanpa bekas
Tangis tanpa suara
Yang telah menenggelamkan kefasihan
Kita menggerimiskan lara
Dapat aku mabuk dalam genggam eratmu
Sedalam danau
Setumpuk karang
Sepanjang sungai

Dekap lara
Dekap sendu
Membekas jarah
Aku lupa dan mengendap
Bisu lirih tanpa kata
Telah tanggal dan menahun
Telah ranggas dan istirah yang dalam
Sedihku dalam terkapar dan gamang
Lelah kata beribu rajam
Tanganku menggetar dan enggan
Jika kau telah lelah disakiti
Menangislah sejenak
Kau sedang disayangi
Jika kau telah lelah menyakiti
Bernafaslah sejenak
Kau sedang menyayangi
Heninglah dalam damai
Diamlah
Lalu belajarlah mencinta yang dicipta
Atas nama Penciptanya
Bukankah terkadang
Orang yang sering membuat kita tersakiti
Justru yang paling menyayangi
Bukankah bukan rahasia lagi
Orang yang ingin kita sakiti
Kadang juga yang paling kita sayangi
(My Empty Boarding School, 2003).
pada remang cahaya kunang-kunang
di sebuah kebun
ada perempuan berambut panjang
dengan mata serupa bulan
perempuan itu
telah memberiku sebilah pedang
”aku hanya menunggu kau bunuh diri
dan menjadi hantu”
ujar perempuan
serupa dengung kawanan lebah
dari dasar lembah
ada debar yang menggetarkan tanah kebun
ketika perempuan bergegas ke arah malam
meninggalkan kebun
meninggalkan aku
pohon yang sebentar lagi memberinya buah
”aku ingin menua bersamamu
dan melahirkan benih baru
dari rencana cuaca di pepohonan lain”
“aku hanya singgah
agar tunai dendam pedang
di masa kecilku”
November 2007
sajak Fitri Yani
copy from http://puitika.net/item/1984
prembule :
Pagi itu tentu saja kelabu
Aku menyapamu dalam rindu
Dengan bahasa yang tak di miliki kata
Karena cinta ini, tak semua mereka punya
Kubilang rinduku bukan palsu
Sungguh saat itu ku tak merayu
Seperti tulusmu menanti
Biarkanku mencintai tanpa pasti
----------------------------------------------------------------------------------------------
Gelap malam
di sudut kota
Masih ada air mata
menetes di lembar-lembar kata
yang nyaris takkan pernah terbaca
Setelah bertahun mengembara
Kala sesal pun benar-benar tak ada gunanya
Sang pecundang sudah mati...terbunuh sepi
...
Mengapa juga kau peduli
Siapa tahu dia masih ada di sekitarmu kini
Sekali pecundang, hidup atau mati pun tak ada yang menangisi...
---------------------------------------------------------------------------------------------------
sudah terlalu banyak
aku takut nanti kau bosan
malam ini langit tak lagi ku gores
tapi ku undang bintang berbincang bersamaku
meski tak merdu menggema
aku tetap belajar memakna harihari
puisi terakhir
romantisme sebuah masa
di mana aku lebih memilih diam
dan memahami kesunyian
dengar aku bicara
dan jangan lagi membaca tulisanku
karena kata kata ternyata
tak mengerti terlalu banyak
kini waktuku banyak
-----------------------------------------------------------------------------------------------
persembahan untuk .........D.R.D...lama tak mendengar mu...tak menulis untukmu..baik kah kabar mu? gimana komuda na....hufh...kenapa aku menanyakan itu..kau bahkan tak akan membaca ini lagi........
12 virus yang dilaporkan banyak beredar di Indonesia telah ditambahkan pada update kali ini. Total penambahan pengenal virus di RC23 sampai dengan Update Build5 kali ini adalah sebanyak 57 virus. Bagi Anda pengguna PCMAV RC23 sangat disarankan segera melakukan update agar PCMAV dapat mengenali dan membasmi virus lebih banyak, terutama virus Tati yang dilaporkan menyebar luas saat ini.
Untuk mendapatkan dan menggunakan update PCMAV ini, hendaknya pastikan terlebih dahulu PCMAV RealTime Protector tidak sedang berjalan. Jika iya, Anda harus menutup aplikasi tersebut terlebih dahulu. Lalu Anda cukup menjalankan PCMAV Cleaner RC23 (PCMAV-CLN.exe), tentunya komputer harus dalam keadaan aktif terhubung ke Internet (non-proxy). Fitur GetUpdates dari PCMAV secara otomatis akan memberikan alamat internet yang aktif di mana Anda bisa men-download file update tersebut. Letakkan file hasil download tersebut (RC23.VDB) ke dalam folder di mana PCMAV RC23 berada. Jika sebelumnya telah terdapat file update yang lama, Anda cukup menimpanya. Dan nanti saat Anda kembali menjalankan PCMAV, ia sudah dalam keadaan kondisi ter-update.
Namun bagi Anda yang ingin mendapatkan file update tersebut secara manual, Anda bisa men-download file-nya melalui beberapa alamat ini: DivShare.com, GudangUpload.com (mirror), atau Badongo.com (mirror).
Virus Kanibalindo.A. Virus lokal berukuran 45.568 bytes ini menggunakan icon mirip folder standar Windows dan dibuat menggunakan Visual Basic. Saat terinfeksi virus ini, ia akan memangkas Start Menu sehingga beberapa menu hilang, bahkan menu “Turn of Computer” (Shutdown) sekalipun. Ia pun akan memblokir akses ke beberapa fitur ataupun program Windows seperti Folder Options, Task Manager, System Restore, Regedit, dan MsConfig. Tidak hanya itu, menu yang muncul pada saat klik kanan mouse pun tidak diperbolehkan olehnya.
Virus ini tidak luput dari kesalahan atau bug. Sebab, terkadang ia masih menampilkan pesan kesalahan “Run-time error“. Jadi, selalu waspada terhadap serangan virus dan jangan lupa, kenali gejalanya.
Sempurnalah sempurna segala ingin
Di ambang surup matahari mendingin
Demikian, sunyi tak terbagi
Milikmu sendiri.
kau adalah keheningan pada malam aku berangkat ke dalam relung-relung
sunyiku seperti kau biarkan aku dalam tanyaku sendiri. diam
adalah embun yang meluncur butir demi butir ke dalam sukma yang pedih ke dalam mulut haus. kau
sebatang pohon yang sedih dan berkibaran dalam udara kabarkan cerita itu dari rongga dadamu. ketulusan
air mata begitu cucur menumpah basah di sekujur riwayat manusia serunya. tubuh
kau gigil menatap arah tak tentu angin berputar cuaca bergantian arah tuju. aku
rindukan saja kenangan itu tapi jangan datang serupa jam berdebu buku menguning album. rebutlah segala mimpi

Dalam darah buncah meruah gelombangkan gelisah kalut
Seperti laut dalam tatapmu memagut. Demikian gairah meniada rasa takut
………………………………………
Ada ruang kosong. Keheningan. Jika engkau demikian lelah. Masuklah.
Ada ruang sepi. Menemu diri sendiri. Menemu arti di balik bunyi di
balik sunyi.
Tapi engkau di situ. Ingin melebur amarah. Hingga remah. Dalam api.
Mempuing jadi.
(Sajak “Dalam Sajak”)
habisnya huruf dideret dileburkan dalam darah dalam airmata dalam
dalam
(Sajak “Berhentilah!”)

dalam jiwa yang sunyi,kutemui sebuah arti.
dalam hening suara hati, kudapati kau disini.
saat waktu berlalu,kuhanya membisu.
melihat kau pergi,tinggalkan sendiri.
tinggalkan misteri yang tersembunyi,tersimpan di dasar lautan sunyi.
lalu kemana aku kan mencari?
sedangkan sendiri memebelenggu tak mau tau.
lalu kemana kaki melangkah?
sedangkan waktu tak seditik pun menunggu.
Hilang semuanya
enggan tuk berkata
jujur jua tak makna
hempas sisi berkata
Meski tak dapat hati
berontak tuk fikir
senyap hati tak terdiri
hanya sesal tercekik
Hening rusak raga
tusuk relungku
hujam tak makna
hidup tak beradu
Pertamaku
sinar tak jatuh
sorot luka hatiku
tak pernah utuh
Hatiku
terlalu teradu
disudut hatimu
buat lara sumsumku
Ragaku tolak takdir
brontak diri
lari tuk pergi
hilang semua kumiliki
Hanya ada sisa
secuil cinta tak berada
di irisan hatinya
buat aku bahagia


sebuah pagi yang ditumbuhi lumut mengusung basah musim
dan aroma hijau mengeras tiap setengah tahun
yang berlalu dengan ragam nyanyian
menambatkan usiaku serupa lukah yang dipasang malam
dan diangkat ketika subuh dibuka dalam kalimat doa
hari yang ditandai retak kulit, saat novelia berlari
mengitari alam lain lalu turun dalam igau yang sayup
membawa ingatan akan setengah tahun lalu
di mana sunyi tak jatuh bersama rintik hujan
hanya tanah yang lembab embun,
getah mengering bersama cuaca mengekalkan sekepal rindu
bagai batang kopi yang ranggas mendiami parak
tempat sesuatu dalam tubuh berdenyut menembus rimbun daun
lalu ada yang menyisipkan salam
menggenang tiap langit pecah menyemai butir-butir air

jangan pernah untuk
menyalahkan dirimu sendiri
aku tau kau sangat menyayanginya
dan diriku
aku kagumi atas kejujuranmu dalam
menyatakan rasa cintamu
kepadaku
jangan pernah pernah menyesal
apa yang sudah kau lakukan
mencintai itu adalah hal yang sangat indah
namun dicintai itu merupakan anugerah
yang mungkin tak ada bandingannya
dengan apapun
dan aku pun tau
kau takakan bisa lupakan dirinya
dan mungkin memang sulit
memilih aku dengan dirinya
jangan paksakan bila kau tak bisa
thanks for everything...(for loving me...)
dedicated to...my self...he22/...buat seseorang..maaf sms malam itu...
aduh...yang mau tau lagu ini...maaf belum dapet link download na...
diambil dari lirik lagu..."thanks for everything...(Jendral)"
epiloge :
Pada senja yang memecah matahari
Membuncahkan warna seribu pelangi
Di situ, rinduku mengintip hari
Bertaut pada satu hati
Pada kereta yang menyeret jiwa jiwa
Menderitkan kata seribu bijak
Di situ, cintaku selesaikan sajak
Perihal hati yang tak jua sua
Saat (re)daku mulai mengalir
hanyutkan ku dalam lamun
ah kau senja, kapan kau tiba
pantas tak kulihat bayang kau
Saat malam singgah pun melayang
menampik segores wajah
yang tergantung diangan
lagi lagi kau jelma cahaya
Wahai engkau yang mengaku bertuhan, namun kerap engkau hanyutkan diantara selokan fikirmu. malam ini dan seterusnya bersepakatlah membunuhku. dan demi zat yang menguasai segala dalam genggamnya aku tidak akan mundur dari langkahku walau hanya dalam sekedip matamu.
taken from..http://pusarajingga.com/?cat=1
mengingat bayangmu yang jauh
pada waktu yang kian sempit
dadaku nyaris terbelah
perih melolong sengit
rinduku membuncah
merobek langit
kutitip puisi rindu
pada nyanyi angin sendu
agar hati tak kian pilu
berharap kaupun rindu
........................dimana kau dewi cintaku....maafkan aku melukaimu

dipeluk angin november dalam rintik
ada rindu yang berbisik
berapa lama hujan tersulam dari seberang
terbawa tawa angin yang menggiring
hingga sajak tak terus merangkak
mengerjap dalam ketukan dan detak
berapa lama genangan langkah kita
tinggalkan tapak dalam basah tanah
hingga matahari pagi tak lagi sempat
membakar pucuk kenanga
dipeluk angin november yang renyah
aku teringat tentang jeda yang kita punya
di sudut teluk rambutmu terurai
dan aku hanya bisa tergagap saja
langit sepertinya memahami
dalam setiap hari yang berganti
dan rindu yang yang enggan menepi
dedicated..hufh..apa puisi ini bener untuk na..karna dia tak pernah membaca na lagi
puisiku mati bersamaku...aku hanya bisa berbahasa lewat puisi..
jaga dirimu baik2 mata besar....jaga dirimu....please..
Dan aku disini akan mencoba melupkanmu...
http://www.puitika.net/item/1594
too charming to ignore
too unforgettable to forget
too lovely to hate
too wise to argue
too delicate to leave behind
too sad to remember
too hopeless to hope for
too far to reach
too perfect for unperfect me
I've been living with a shadow overhead,
I've been sleeping with a cloud above my bed,
I've been lonely for so long,
Trapped in the past,
I just can't seem to move on
short message service: recieved 20/11/2007...18:30..lagu yang bagus..sayang can gak tau lanjutan jadi na can cari lirik na...
buat download MP3 na...klik disini aja.....way back into love
I've been hiding all my hopes and dreams away,
Just in case I ever need them again someday,
I've been setting aside time,
To clear a little space in the corners of my mind!
All I want to do is find a way back into love.
I can't make it through without a way back into love.
I've been watching but the stars refuse to shine,
I've been searching but i just don't see the signs,
I know that it's out there,
There's got to be something for my soul somewhere!
I've been looking for someone to shed some light,
Not somebody just to get me through the night,
I could use some direction,
And I'm open to your suggestions.
All I want to do is find a way back into love.
I can't make it through without a way back into love.
And if I open my heart again,
I guess I'm hoping you'll be there for me in the end!
There are moments when I don't know if it's real
Or if anybody feels the way I feel
I need inspiration
Not just another negotiation
All I want to do is find a way back into love,
I can't make it through without a way back into love,
And if I open my heart to you,
I'm hoping you'll show me what to do,
And if you help me to start again,
You know that I'll be there for you in the end!

apa lagi yang kutulis
cerita tentangmu?
ceritamu
sudah mati
terbawa angin
dan ragamu
sudah hilang ditelan malam
......................................................
Suaramu menyeruak dalam irama sunyi
Terlintas satu wajah dalam angan
Batin terjaga
Mengharap kehadiran
Sudah terlalu lama wajahmu kurindukan
Hadir dalam bayang pagi
Berarak mengawal embun
Menjemput terbit mentari
Sudah terlalu lama wangimu kuimpikan
Semerbak hiasi senja
Menyelinap susul rembulan jingga
Merenungi hari
Kau tak datang jua
Jika ini adalah sebuah puisi
Maka lantunkanlah
Jika ini adalah sebuah lagu
Maka nyanyikanlah
Jika ini adalah sebuah cinta
Maka berbahagialah
)))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))
/1/
Bulan bersinar temaram
Tampaknya ia malu berikan seluruh keindahannya
Karena ia tahu, ia tak seindah dirimu
/2/
Tak ku sesali peluh yang telah menetes di pipi
Tak ku sesali waktu yang telah terlalui
Tak ku sesali jarah yang telah terlewati
Pun tak ku sesali cinta yang telah memugar di hati
/3/
Tanyakan pada matahari
Mengapa ia membangunkan pagi
Tanyakan kepada rembulan
Mengapa ia merenda malam
Hal sama yang akan kau dapatkan
Ketika kau bertanya
Mengapa aku mencintaimu
Angin masih berhembus perlahan
Tangisan itu belum juga terhenti
Ada apa dengan semua ini
Bening matamu tetap ada
Lembut suaramu masih nyata
Terdengar, mengiang di telinga
Kau telah jauh
Di luar batas lenganku tuk merangkulmu
Kau nyata, kau ada
Tapi kau terlahir bukan untukku
Meski aku terlahir untuk mencintamu
Aku masih di sini
Belum dan takkan mati
awalnya adalah pagi
yang merindukan embun
pergi direbut mentari
atau terserap dedaun
dedicated to : FSS......lama tak melihatmu...dan tiba2 bayangmu hadir.....
dalam otak keparat ini./
senja ini
aku memesan langit lembayung untukmu
ketika
mentari terkubur
di balik barisan gedung angkuh
ketika
ia menyepuh emas pada gemawan
dan...
sebuah bintang
menutup orkestra yang senyap
dan...
tiba-tiba aku bisa bahagia
dalam tangis senja
dedicated to :...... untuk ku sendiri.......persetan!!!

Pada sebuah senja, di langitku, kau menjelma jadi awan
aku jatuh cinta tersebab bentuk dan warna-warnamu itu.
Engkau milikku, milikku, perempuan berbibir madu
dan dalam hidupmu, mimpi-mimpiku tak mati-mati.
Nyala pelita di jiwaku membasuh kedua kakimu,
Anggurku yang masam, terasa lebih manis di bibirmu,
Lagu pujian malamku, seluruhnya hanya bagimu,
O betapa ada satu mimpi: meyakini kau jadi milikku!
Kau milikku. Milikku. Kuteriakkan pada angin petang,
dan angin pun menghela suaraku nelangsa di pundaknya.
Pemburu kedalaman mataku, engkau si perampas
sebab masih saja naluri malammu mengira ia telaga.
Kau terperangkap dalam jaring musikku, Sayangku,
dan perangkap musikku itu meluas seluas angkasa.
Jiwaku lahir pada pantai perkabungan di matamu.
Di mata berkabungmu itu, negeri mimpi memulai diri
dedicated to : ------------------------------- adakah yang mau mengisinya?
telah kuberikan
garisan-garisan luka
di kaki pagi
dan malam tidak pernah berbunyi
tentang bait puisi membara
tiapkali aku memohon ampun
aku masih begitu
begitu seenaknya melupakanmu
aku berlalu
membawa sekepal cinta
menjadi kata nista
dedicated to : akhirnya puisi ku hanya akan usang di makan waktu
tak ada arti lagi
meski semua ini adalah kata hati
yang tak terucap lewat kata di bibir
dan kau tak akan peduli lagi
apa aku telah mati disini
candra eriyanto...2006 september 27 : 17:43

bayanganmu
tak bisa ku temui
aku tak mau
kehilangan
meski hanya bayanganmu
ku telah
tak memiliki ragamu
raga yang habis
oleh waktu
tak bisakah engkau
didekatku
untuk rinduku ini
kau semakin jauh
kau melupakanku
kau meninggalkanku
meninggalkan
kenangan
yang akan
selalu
aku
banggakan
dalam
tiap
mimpi
malamku
aku
akan
tetap
membisu
menyayangimu
16/10/2007 17:45
14/9/2007 04:00 pagi
kucari-cari
bayanganmu
namun tak jua
aku temui
kuingat-ingat
harum nafasmu
membelai aku
tiap malamku
--------------------------------------------------------
andai kau
ada disini
pasti
khan mudah terobati
bila
ku sebut namamu kasih
izinkan aku
mengingat kenanganku
---------------------------------------------------------
datanglah kau disini
tuk menemaniku
biar terpuas semua rinduku
izinkanlah aku mengenang kamu
karena dirimu
telah semakin jauh
bila kau telah lelah
menjadi indah
yang terlukiskan semua kisah
sudahi saja semua
tak perlu sesali
biar semua pergi menghilang
=======================================
:sebenarnya ini sebuah lagu..can senang sekali mendengarnya..trimakasih buat penciptanya..coba dengarkanlah klo ada waktu..
apa can orang jahat yang harus kau jauhi..padahal dirimu sangat indah bagiku...meski hanya sedikit kenangan indah yang bisa ku bawa nanti..terimaksih.
maafkan aku telah mengetuk hatimu
maafkan aku menangis untukmu
maafkan telah menatapmu
maafkan aku telah menyentuhmu
maafkan atas lelah yang ada
maafkan atas rinduku ini
maafkan jika aku menyayangimu............
dedicated for : kau pasti mengerti...

berat skali menutup mata ini
bayangmu tak lagi hilang
larut dalam pelukan malam
mengores hati dengan senyummu
apa kau mendengarku....
dalam lelap matimu
andai
kau
peri cintaku
slalu taburkan ke ajaibanmu
aku mencintaimu
aku bukanlah yang ada di hatimu
aku hanya ingin kau merasakan
lembut cintaku
sepi rinduku
karena ku khan mengerti cinta ini...
Dedicated : D...........

wajahmu tertutup bayangku
tapi aku masih jelas melihatmu
air mataku mengalir deras di hatiku
aku meridukanmu
dadaku sesak oleh isakku
jantungku berhenti berdetak
ribuan kata ingin ku ucap untukmu
bidadari kecilku
75 hari aku menunggumu
menunggu melihatmu
aku ingin memelukmu
mencium pipimu
tapi tak bisa
aku tak pernah menyesali
semua cintaku untuk dirimu
mengenalmu sudah cukup bagiku
sudah cukup
malam selalu hantarkanku
iringi bulan dengan puji puisiku
isi tiap nafasku dengan mimpi
mimpi tentang indah dihatimu.
dedicated to : D............ :{
tak perlu lagi ingat
sebab rindu telah berkarat
di batas lelah
mengakrab patah
(mungkinkah aku yang membuatmu enggan merekah ?)
...hujan menjadi deru, mengubah bara jadi biru abu...

Seperti arakan awan
Melayari telaga langit
Seperti satu sabit bulan
Menyapu pelataran malam
Aku tanggalkan waktu
Tertinggal sajak separuh
Aku tak ragu walau terjatuh
Terebah diri selami kalbu
Kisah-kisah menyerpih
Antara aku dan kamu
Hilang bersama tipis embun
Langkahku sisiri waktu
Sekejap mengendap, untuk kemudian larut
dalam benak surut

Bulan menindih atap langit
Ketika ayat-ayat tumpah di atas sajadah
Peluh membasah tubuh
Menumpuk kesah…resah
Tak ada kata dalam benak
Ketika alun takbir menyibak fajar
Tapi, tubuh ini tak mampu beranjak
Hanya diam, membentang jarak
Aku lukis saja subuh yang lusuh itu
Hingga mentari tak terbit esok pagi
Bulan tak lagi menindih atap langit
Ayat-ayat pun tak tumpah di atas sajadah
Ke mana tangis itu?
Ke mana peluh itu?

tak perlu lagi ingat
sebab rindu telah berkarat
di batas lelah
mengakrab patah
(mungkinkah aku yang membuatmu enggan merekah ?)
...hujan menjadi deru, mengubah bara jadi biru abu...
hahh..cape abis pindah kost..dan kayak na perifer anesthesiku lumayan ancur dechh..tetap semangat can//////////////////
haii....gadis
lama tak menyapamu
sudah berubahkah dirimu
oleh perih yang aku goreskan
diantara senyummu
ada bahasa untukku
yang tak ku mengerti
bahasa tentang bintang
kau mungkin telah membenciku
mencoba melupakanku
aku telah luluh dalam pelukmu
damai dalam gengamanmu
hangat dalam dekapanmu
aku salah mencoba memetikmu
yang telah termiliki
aku masih mengeja tiap huruf namamu
entah sampai kapan
aku tak mau kehilangan.....
aku rindu menunggumu
yang slalu datang bersama malam
bagaimana jogya...tambah panas kah?
to : hufhh...aku tak berani menyebut nama mu lagi...met jalanin puasa..jangan banyak tidur mata besar.....

lengking tangismu memecah pagi subuh
sebagai cahaya harapku yang tumbuh
menjadi fajar yang merekah
dari 8 matahari
di kedip matamu

jangan bicara tentang KAMU malam ini, agar tak ada ego yang merayap
melalu malam. jangan pula bicara tentang AKU malam ini, agar tak ada
angkuh yang memenuhi udara kamar yang semakin berjarak. Biarkan bicara
menyatu lewat KITA. Setiap malam, agar angin berhembus sejuk
menyelimuti lelah. Karena malam adalah ruang tetirah dari AKU, KAMU,
dan MEREKA.

disaat kau bersamaku; // cahaya rembulan membasuh kulitku dan kulitmu
sedang cahaya bintang menyentuh wajahmu, membuat ia begitu indah dan menentramkan jiwa yang melihat pesonanya
kekasih; kukatakan padamu/ kenangan kemarin adalah kenangan yang takkan tergantikan oleh kisah manapun di belahan dunia ini; ia adalah kenangan yang melekat; se akan-akan ia adalah bagian dari tubuhku, dan tak mungkin aku meninggalkannya;
kekasih; kukatakan kepadamu ku bisikkan hatimu; bahwa aku takkan sanggup menghapus semua kenangan indah tentangmu
sumber : http://puisi.indonezia.net

If a picture paint thousand words of joy
Living in a loneliness
Over the distance that separate us
Very deep feeling in every remaining moments
Emotion, passion and desire all become one
You know, with the deepest feeling that I have
On the day that I met you
Untill the day you go away, I still love you…
to : D.R.D..........tidak mudah ya?
tak mudah melepasnya
meskipun dia sudah tak ada
yang ada hanya rasa kehilangan
pernahkan aku menduga
dia akan sirna
aku tak percaya
dia mengajarkan ku
tentang bahasa bintang
merangkai tiap titik bintang
membentuk suatu kata
kata rindu
yang berubah menjadi debu
ditelan malam
dan tangis
yang tak pernah terlihat

di sela waktu. jarum jam henti berdetak. dimensi tuntun khayal pada
titian gelombang pasang. aku terjerembab diatas pasir berdesir
perlaha., dihantar angin sunyi pantai suram. nuansa senja menyepuh mega
dipaksa temaram. walau hanya tergores sebait. serupa goresan kuas cat
tembok basah.
masih ada kepak burung layang di mega utara. kemana dia hendak
pergi? arah tentukan pertanda. dan tandatanda akan bermain bersahutan.
seperti berita dari penujum yang dibawakan gemuruh handai tolan. dan
adanya ia seumpama garis yang mengikuti jalan patahpatah. selalu :
cabangcabang membentang pilihan
namun ini waktu terhenti. hanya desir ombak yang mengalun mesra.
seperti ingin mengajakku bermain sementara. ada yang datang kembali.
ada yang telanjangi hati. namun ini waktu terhenti. hanya gelombang
pasang yang datang kemudian. memangku buihbuih rindu bergelombang.
angin memainkan harpa sendu diikat bau anyir punggung pantai. serasa
tiada kehendak mainkan lengkingan hingar karena yang ada hanyalah lirih
musim angin peraduan
dan disinilah aku. di sela waktu. saat jam henti berdetak.dan dunia tanpa waktu adalah keabadian tanpa harus kehilangan.
kegelisahan hatiku....saat ini.....
ku masih merindukan mu...
tak pernah aku mencoba melupakan mu..
sungguh ku tak bisa....
mengganti dirimu.......
aku tak bisa.....
sungguh....
saat terhias hidupku bersamamu
aku masih ingin menggenggam tanganmu
selalu di gengamanku...
khan kusimpan kenangan di hati ini...meski detik khan slalu berlalu...
untuk seseorang yang menemaniku malam ini..makasih..can senang..
jogya 12/8/2007
so mind
crazy your
you in
at here
here at
in you
your crazy
mind so
ketika cinta datang menyapa
birukan perasaan seakan terbang
datangnya dengan tiba tiba
runtuhkan relung hati
bagai bunga sedang mekar
merona indah sejukan pandangan
membara semangatnya
seakan membakar haluan didepannya
dalam hati menyimpan bangga
dalam harinya hadirkan sejuta cerita
separuh hiduppun ia curahkan
sepenuh tenaga ia berjuang
jiwa ragapun ia taruh kan
demi nama cinta ia berkorban
pancaran mata penuh harapan
tajam menatap ke depan
di tangannya genggam sebuah bahagia
seakan sirnahlah sluh duka lara
api cinta yang membara
jadikan nya satu senjata
yang kan mencabik kerasnya dunia
hilangkan sgala beda yang mendera
indah dan indah yang terlukis
saat rasa itu kian menyatu
dedicated for : untuk orang pengecut sepertiku yang hanya mampu menulis tak pernah berkata....
aku akan slalu menunggunya sampai waktu tak berputar...sampai denyut nadi ini terhenti.....
kau mungkin tak lagi membaca puisi ku lagi
tuk sekedar melihat hatiku
tau kah kau tentang hatiku
aku makin benci mencinta
benci.....
sajakmu begitu pongah menunduk dan mendongak pada kata dan bait
sendiri tak peduli ada kata lain yang juga mengenal sedih kata-kata
tersiram marah terbungkus kecewanya merah sajakku seolah angin saja
entah kau rasakan dingin atau gerah baitmu cuma satu tercipta dari
gemertak angkuh 'siapa kamu?' tanyamu ketika matahari memberi sapa
dengan mata menyimpan bulir luka sajakmu begitu pongah hingga kata
tergeletak hampa meski tawamu meruang tetap saja malam tanpa bayang

untukmu..............
Aku kenal dirimu sebatas nama
Aku ingin lebih
Tidak hanya itu
Aku ingin terjemah dari senyummu sekedarnya
Yang sembunyi memisteri
tak ada pernah kabut ragu diantara telaga maya kita
airnya tenang, sejuk nan damai
selalu mampu melepaskan dahagaku dan dahagamu
yang menghantui mimpi tidurmu, adalah
kepastian didunia realitas
walau sesungguhnya hanya dengan telaga maya itu saja
aku telah yakin dan tak akan pernah kecewa
namun dunia realitasmu penuh timbang rasa
penuh himpitan kesepian yang kau sendiri tahu bahasanya
dan kini ketika kepastianmu itu harus tertunda
basah matamu membanjiri sampai sepiku disini menyeret
membenamkan aku kedalam lautan ketakutan
lorong panjangku yang semula terang
oleh kilau genggaman permatamu semakin memanjang
dan sesekali aku tergugah habis nafas terkesiap
oleh hilangnya suaramu sayup sayup
aku berlari mengejar tak hiraukan diriku yang tertinggal
aku berlari terus hingga jangan mengecil terangmu
hingga masih sanggup kudengar suaramu
hingga tak lagi tahu kemana wujudku bersisa
katakan sebenarnya,
dimana kesendirian itu,
di luar pintu atau di dalam jendela
cukup terbukakah telingamu
mendengar teriakan
yang kubisikkan lewat bahumu
melewati segala yang di atas sana
waktu dan ruang hampa
yang terisi juga
dengan televisi dan buku
dan dimana kamu waktu itu?
sendiri,
dalam kesendirian yang ramai dan sibuk
tak henti sungai karena hujan
tak henti hujan karena langit
tak henti langit karena laut
tak henti laut karena karang
tak henti pikir karena risau
tak henti tuju karena buntu
tak henti cari karena gawal
tak henti coba karena bosan
tak henti renung karena bebal
tak henti - henti kucari Engkau
tak temu hujan kucari awan
tak temu awan kuarung sungai
tak temu sungai kuterabas rimba
tak temu rimba kujelajah gunung
tak temu gunung kuselidiki jurang
tak temu jurang kupergi ke pantai
tak temu pantai kuseberangi laut
tak temu laut kugali benar kedasar batu
terus kuselam hingga lubuk terdalam
hingga akhir kutemu batas
batas segala duri
batas segala cari
batas segala tuju
batas segala pinta
batas segala harap
batas segala batas
tak lain batas
batas diriku
h e n t i
se ba gai
seorang
manusia
Sukmaku melayang melintasi rona – rona senja
Di soreku yang untukmu
Ingin persembahkan
Sesuatu yang bukanlah sesuatu untukmu
Mungkin…
3 lembayung kusibak
tuk merengkuh melatiku
disenja sana
penghujung malamku
kutambatkan seluruh jiwa
kupersem
Recent Comments